25 Kota di AS Berlakukan Jam Malam Huru-hara di AS Meluas

Huru hara semakin meluas di Amerika Serikat pasca terbunuhnya pria kulit hitam bernama George Floyd (46). George Floyd, seorang sekuriti, meninggal akibat lehernya dijepit oleh lutut seorang polisi kulit putih di Kepolisian Minneapolis. Protes yang berujung rusuh diketahui pertama kali pecah di Minneapolis sebelum menjalar ke antero Amerika Serikat.

Dikutip dari Kompas.com, sebanyak 25 kota dan 16 negara bagian seantero AS menerapkan jam malam, sebagai dampak dari kerusuhan terkait demonstrasi kematian George Floyd. Penegak hukum dan pengunjuk rasa bentrok pada hari kelima Minggu waktu setempat (31/5/2020), dengan mobil dan bangunan terbakar, serta toko dijarah. Kota terbaru yang mengumumkan jam malam adalah San Francisco, di mana pemerintah setempat juga meminta pengerahan Garda Nasional.

Dalam konferensi pers seperti diberitakan CNN, Wali Kota London Breed menyatakan jajarannya menerapkan aturan malam hingga pukul 05.00. "Ini adalah tantangan yang dihadapi bangsa dan negara. Kami meminta Anda menaati aturan untuk menjamin keselamatan kita," papar Breed. Sang wali kota menuturkan, Garda Nasional dari Negara Bagian California bakal diterjunkan untuk merespons kerusuhan karena demo kematian George Floyd. Selain San Francisco, jam malam juga diterapkan di kota lain seperti Atlanta, Los Angeles, hingga Denver.

Namun, aturan itu rata rata diabaikan. Di Washington DC, ratusan demonstran berkumpul dekat kantor kementerian kehakiman, dan kemudian bergerak ke Gedung Putih. Di sana, mereka sudah disambut dengan polisi yang bersenjatakan perisai, dengan beberapa di antaranya ada yang menunggangi kuda. Di Minneapolis, kota tempat meninggalnya Floyd, penegak hukum menembakkan gas air mata dan memukul mundur pendemo di kawasan Polsek 5.

KJRI Chicago, lewat keterangannya di website Kementerian Luar Negeri RI, Minggu (31/5/2020), menceritakan kronologi kerusuhan di Minneapolis. Sebelumnya unjuk rasa berlangsung secara damai di area yang berdekatan dengan kantor polisi Third Precinct. Kantor itu merupakan tempat berdinas keempat polisi yang menangkap George Floyd, pada Selasa (26/5/2020) sore pukul 16.30 waktu setempat (27/5 04.30 WIB).

Protes warga memanas pada malam harinya dengan tindakan pelemparan benda benda ke aparat kepolisian yang berjaga mengamankan unjuk rasa, yang dibalas dengan lemparan gas air mata. Pelemparan gas air mata oleh kepolisian membuat massa mulai anarkistis. Massa merusakan hingga membakaran sejumlah properti, gedung, dan pusat perbelanjaan.

Massa dilaporkan juga menjarah berbagai toko di Minneapolis. Hingga Jumat (29/5/2020) dinihari waktu setempat, para demonstran masih tetap melakukan aksinya di depan kantor polisi Third Precinct yang juga turut dibakar pada Kamis sore (28/5/2020). Aksi aksi demonstran juga meluas dengan melakukan blokade jalan masuk salah satu jalan tol antar negara bagian yang berakibat pada kemacetan.

Aparat kepolisian setempat dikabarkan menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk menghalau massa. Aparat keamanan saat ini terus berjaga jaga di area “Twin Cities" (kota Minneapolis dan St. Paul) negara bagian Minnesota, Amerika Serikat, setelah area tersebut mengalami peristiwa kerusuhan massal selama 3 hari terakhir. Pemerintah setempat mencatat korban meninggal sebanyak 1 orang, dikabarkan akibat ditembak pemilik toko yang berupaya mengamankan barang dagangannya dari para penjarah pada Jumat (29/5/2020).

Sementara angka pasti jumlah pengunjuk rasa maupun aparat kepolisian yang mengalami luka luka dalam peristiwa tersebut masih terus didata. Keempat polisi yang diduga terlibat dlm kematian George Floyd tersebut diberitakan sudah dipecat dari dinas kepolisian. Namun, yang diiinginkan para pengunjuk rasa dan keluarga George Floyd adalah Derek Chauvin, petugas yang menindih Floyd (Derek Chauvin) ditangkap dan dijatuhi hukuman karena menghilangkan nyawa seorang pria yang tidak melawan saat ditangkap.

Sesuai perkembangan, Komisioner Keselamatan Publik Minnesota pada Jum'at siang mengumumkan Derek Chauvin telah resmi ditahan aparat keamanan. Pada hari Jumat pagi (29/5/2020), salah satu jurnalis kulit hitam dari CNN, Omar Jimenez, serta 2 kru CNN lainnya ditangkap saat sedang siaran langsung di lokasi. Namun, yang bersangkutan segera dilepas disertai permintaan maaf Gubernur Tim Walz kepada CNN.

Situasi dan kondisi di tempat kejadian pada Jumat Pagi waktu setempat sudah mulai berangsur pulih, namun aparat keamanan tetap berjaga jaga mengantisipasi akan timbulnya kembali aksi aksi kerusuhan di sekitar tempat kejadian. Aksi unjuk rasa juga sempat meluas ke berbagai kota, seperti Chicago (Illinois), New York, Denver (Colorado), Phoenix (Arizona), dan Columbus (Ohio) pada Kamis malam, namun tidak sempat meluas karena dapat dibubarkan oleh aparat kepolisian setempat. Saat ini sejumlah media AS memberitakan beredarnya rencana aksi unjuk rasa serupa pada hari Sabtu (30/5) di Cleveland (Ohio), Colorado, Nashville (Tennessee), Des Moines (Iowa), Detroit (Michigan) dan Chicago.

Gubernur Minnesota, Tim Walz, pada hari Kamis siang waktu Chicago (Kamis malam WIB) menetapkan keadaan darurat hingga hari Sabtu (30/5/2020), untuk kawasan Minneapolis, St. Paul, dan sekitarnya. Sebanyak 500 pasukan Garda Nasional telah dimobilisasi dan telah turut serta membantu mengendalikan situasi. Sementara Walikota Minneapolis, Jacob Frey, dan Walikota St. Paul, Melvin Carter, juga menyatakan keadaan darurat lokal untuk kota Minneapolis dan St. Paul.

Presiden Trump juga menyatakan melalui akun media sosialnya bahwa kerusuhan ini menodai kenangan George Floyd.

Leave a Comment