Bantu Kakek Cari Kayu Bakar, Bocah SMP Cianjur Tak Pernah Pulang, Sudah Sepekan Hilang di Hutan

Bantu kakek cari kayu bakar, siswa SMP hilang secara misterius di hutan, seminggu tak ditemukan. Sudah seminggu Alpin Ardiansah (15) hilang di tengah hutan dan belum ditemukan hingga sekarang. Alpin menghilang setelah membantu sang kakek mencari kayu bakar di hutan, Senin (23/12/2019).

Seorangpelajar SMPasalCianjur, Jawa Barat,Alpin Ardiansah (15), hilang di hutan sejak sepekan terakhir. Informasi yang dihimpun Kompas.com dari polisi, Alpin hilang sejak Senin (23/12/2019). Saat itu, dia sedang membantu kakeknya mencari kayu bakar di Hutan Cisarakan Rawa Buruy yang berjarak sekitar 10 kilometer dari rumahnya.

Kepala Urusan Humas Polres Cianjur, Ipda Budi Setiayuda mengatakan, aparat kepolisian dari Polsek Campaka dibantu perangkat desa, pihak keluarga dan warga masih melakukan pencarian. "Sejak menerima laporan, Kamis (26/12/2019). Petugas langsung melakukan pencarian. Namun, hingga hari ini, empat hari pencarian, belum ada titik terang keberadaannya," kata Budi kepada Kompas.com , Minggu (29/12/2019). Budi menuturkan, sebelum dilaporkan hilang, Alpin diajak kakeknya ke hutan untuk mencari kayu bakar.

Namun, sekitar pukul 08.00 WIB, Alpin disuruh pulang terlebih dulu karena khawatir jenuh, sementara kakeknya masih berada di dalam kawasan hutan. "Sekitar pukul 10.00 WIB, kakeknya menyusul pulang. Sesampainya di rumah ia tidak mendapati cucunya itu. Ditanyakan ke istrinya (nenek Alpin) juga tidak tahu, katanya belum pulang ke rumah," ujar dia. Dikatakan Budi, Sang Kakek lantas kembali ke hutan untuk mencari keberadaan cucunya itu. Namun, tidak ditemukan, sehingga melapor ke perangkat desa setempat.

Teka teki kerangka manusia di sebuah septic tank di Karangjati RT 07 Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, KabupatenBantul, Yogyakarta, Minggu (22/12/2019) akhirnya terbuka. Pihak keluarga meyakini kerangka tersebut Ayu Shelisa, yang hilang sejak 2009 lalu. Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya mengatakan keyakinan pertama kali waktu Dokter Forensik RS Bhakti Polda DIY melakukan visum luar, dijumpai gelang hitam dan potongan bordir pakaian.

Pihak kepolisian dari Polsek Kasihan lantas menghubungi pihak keluarga Ayu untuk koordinasi tes DNA. Saat itu, petugas juga menunjukkan benda yang ditemukan tak jauh dari kerangka yakni gelang dan bordiran pakaian tersebut. "Orangtua Ayu meyakini dan membenarkan terhadap barang tersebut milik anaknya Ayu Shelisa," kata Riko keoada wartawan melalui pesan singkat Rabu (25/12/2019).

"Bordir tersebut merupakan bordir dari jaket milik Ayu Shelisa dan gelang hitam yang ditemukan didekat kerangka tersenut gelang yang dipakai Ayu Shelisa," ujarnya. Dengan petunjuk tersebut, lanjut Riko, kerangka tersebut sudah diminta pihak keluarga untuk dikebumikan. Pihak petugas pun sudah membuat surat serah terima.

Ayu sendiri merupakan menantu dari Maluyo, pemilik pekarangan tempat ditemukannya kerangka. Suami Ayu, Edi meninggal belum lama ini. Sebelumnya, warga sekitar mencurigai jika kerangka tersebut adalah AS, menantu Maluyo yang hilang beberapa tahun lalu. Dugaan itu juga diyakini Ketua RT 7 Suparno. Menantu Maluyo yang hilang disebutnya berinisial AS.

"Nunggu kepastian apa kerangka mbak AS atau bukan, belum tentu. Tapi kemungkinan besar iya," kata Suparno. Suparno mengatakan, AS adalah istri Edi, anak Maluyo. Edi adalah anak Maluyo yang baru meninggal. AS dan Edi menikah pada 2006. Pada 2009, AS mendadak hilang. Warga sekitar rumah Maluyo menduga AS pulang ke rumah orangtuanya karena bercerai dengan Edi. Warga baru tahu AS sudah meninggal saat membaca wasiat Edi.

"Wasiat isinya intinya pokoknya 'pak mak aku arem nyusul mboh tua (Bapak dan Ibu, saya mau menyusul kakek nenek) sama istri saya'," ucapnya. Setelah 10 tahun hilang, kerangka manusia ditemukan di septic tank, berkatsang ibu terusik mimpinya soal anaknya terus menerus. Penemuan sebuah kerangka manusia di Dusun Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Minggu (22/12/2019) menggegerkan warga.

Dugaan kuat, kerangka tersebut adalah AS, yang dilaporkan hilang sejak 2009 silam. Mimpi memang seringkali menjadi sebuah pertanda akan datangnya sesuatu dalam kehidupan kita. Kerap kali mimpi menimbulkan berbagai firasat dalam benak kita yang mungkin memang terjadi di dunia nyata.

Seperti dalam kasus yang satu ini, berawal dari mimpi seorang ibu yang kehilangan anaknya 10 tahun silam, sebuah kerangka berhasil ditemukan oleh warga. Temuankerangka manusiadi dalam resapanseptic tankDusun Bangunjiwo, RT 07, Kasihan,Bantul,Yogyakarta, Minggu (22/12/2019) malam, menggemparkan warga. Hingga saat ini identitas kerangka manusia tersebut masih menjadi misteri.

Ketua RT 07, Desa Bangunjiwo, Suparno menceritakan, lokasi ditemukannya kerangka manusia itu berada di belakang rumah ES. Sebelum ada penemuan kerangka itu, ES diketahui telah meninggal dunia dengan cara gantung diri. "Almarhum ES ini meninggal dunia belum lama. Meninggalnya gantung diri," kata Suparno, Senin (23/12/2019).

Diceritakan Suparno, ES sudah menikah sejak tahun 2006 silam. Istrinya bernama AS, warga Kota Yogyakarta. Namun, menurut dia, meski sudah menikah, warga kampung selama ini tidak melihat keberadaan istrinya.

Kata Suparno, AS yang merupakan istri dari ES sudah tidak diketahui keberadaannya sejak tahun 2009. Saat coba ditanya, almarhum ES selalu bilang kepada warga kalau ia dan istrinya sudah bercerai. "Tidak ada yang tahu keberadaan istrinya (ES). Warga dikasih tahu katanya sudah cerai," ujarnya.

Misteri kehidupan ES dengan istrinya, AS, mulai terungkap dengan ditemukannya kerangka manusia di dalam septic tank, di belakang rumah. Warga bertanya tanya, apakah itu memang kerangka AS atau bukan. Saat ini memang belum bisa dipastikan, karena kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara.

Dugaan kerangka yang ditemukan adalah AS memang cukup beralasan. Alasannya, kata Suparno, ketika ES ditemukan gantung diri didapati pula sebuah surat wasiat. "Surat wasiat itu isinya, inti pokoknya, Pak Mak, aku arep nyusul mbok tua (mbah) sama istri saya," kata dia.

Suparno menduga, berangkat dari surat wasiat tersebut, kepolisian kemudian melakukan pengembangan hingga kemudian kerangka manusia itu ditemukan. Memang sebelumnya, kata dia, orangtua AS terus berupaya mencari keberadaan anaknya itu lewat polisi, karena sudah lama tidak diketahui keberadaannya. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya menjelaskan, penemuan kerangka manusia di Bantul berawal dari adanya laporan orang hilang yang masuk di Polresta Yogyakarta.

Kemudian anggota gabungan antara Polresta Yogyakarta dan Polres Bantul saling berkoordinasi. "Kita dapat informasi (ada orang hilang itu), kemudian saling berkoordinasi dan habis itu ke TKP bersama," katanya, Senin (23/12/2019) Korban hilang dikabarkan atas nama AS, warga Kota Yogyakarta.

Ia tidak diketahui keberadaannya sejak tahun 2009. AS merupakan istri dari ES, warga Karangjati, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, dimana lokasi penemuan kerangka manusia itu berada di resapan septic tank, di belakang rumah ES. Kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara.

Untuk memastikan identitas, apakah kerangka manusia yang ditemukan di belakang rumah ES itu adalah AS atau bukan. "Saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi di Polsek Kasihan. Kita belum A1 apakah itu kerangka dari orang hilang itu atau bukan. Untuk menyimpulkannya, masih terlalu dini," kata dia. Disinggung mengenai surat wasiat, AKP Riko mengaku akan mendalami surat tersebut melalui keterangan dari pihak keluarga.

Apakah yang dimaksud ingin menyusul istrinya itu yang dilaporkan hilang itu atau siapa. "Kita akan cari keterangan. Karena kita juga belum tahu. Siapa identitas kerangka yang kita temukan tadi malam," ujar dia. Terlepas misteri mengenai siapa identitas kerangka yang ditemukan itu, Suparno menceritakan bahwa ihwal penemuannya berawal dari mimpi.

Menurut dia, Ibu kandung AS pernah bermimpi bahwa anaknya yang telah lama hilang, tidak diketahui keberadaannya itu sedang berada di belakang rumah menantunya. "Mimpinya itu berkali kali, kalau anaknya itu ada di situ (di dalam septic tank)," kata dia.

Leave a Comment